Latest Post



Cerita Sex Dewasa Melepas Perawan Untuk Pacarku

Cerita Sex Dewasa – Hai, nama saya Noni. Sekarang saya masih kuliah di salah satu Universitas di Amerika. Cerita ngentot ini bermula dari 2 tahun yang lalu ketika saya dan Sinyo baru saja mulai pacaran. Saat itu saya masih duduk di bangku kelas 3 SMU. Semula kita ragu untuk melanjutkan kisah asmara kita ini karena saya akan melanjutkan sekolahku ke Amerika.

Tapi kita sependapat untuk menjalani dulu keadaan ini. Pada waktu kelulusan, Sinyo bermaksud melanjutkan kuliahnya ke Bandung. Selama 2 minggu di Bandung Sinyo selalu mengeluh bahwa dia rindu denganku dan memintaku untuk menyusulnya ke Bandung.

Dengan alasan mau membuat visa ke Jakarta, akhirnya saya menyusul Sinyo ke Bandung. Di kost Sinyo, saya menyewa satu kamar untuk seminggu. Hari-hari pertama dilewatkan dengan canda tawa. Sebenarnya saya dan Sinyo suka melakukan petting. Tapi kita tidak pernah sampai melampaui batas.
Entah mengapa, pada hari ke-6, saat itu keadaan kost sedang sepi, terjadilah hal yang lain dari biasanya. Sementara kita menghabiskan waktu berdua di kamar.

Waktu itu kita sedang bercengkerama. Seperti biasa dia tidak bisa diam kalau sedang berbicara berdua denganku. Dia mulai mencium bibirku dengan mesra.

Tangannya mulai meraba buah dadaku dengan lembut. Perlahan, kancing bajuku dibukanya satu persatu. Sambil terus melumat bibirku, dia mulai melepaskan pengait BH-ku. Kemudian tampaklah buah dadaku yang walaupun tidak terlalu besar (34) namun cukup membuat Sinyo ketagihan untuk menciuminya.

Sinyo mulai menciumi dan meremas buah dadaku. Bila sudah begini, biasanya saya tidak akan tahan lama. Kemudian saya menindih Sinyo dan mulai menggesek-gesekan kemaluanku pada kemaluannya. Walaupun kita masih sama-sama mengenakan celana jeans, gesekan-gesekan yang saya lakukan itu terasa nikmat sekali. Saya membayangkan alangkah nikmatnya bila kemaluan Sinyo dimasukkan ke dalam liang kewanitaanku.

Sebenarnya saya termasuk orang yang berpendirian kuat untuk menyerahkan kesucianku pada malam pertama. Tapi saya merasa yakin bahwa Sinyolah yang akan menjadi calon suamiku. Dan mungkin karena saya terlalu mencintai Sinyo, sehingga saya rela menyerahkan kesucianku pada Sinyo.

Kemudian saya berkata kepada Sinyo,
“Kamu mau tidak melakukan itu dengan saya?”.
“Saya tidak mau, kamu nanti akan menyesal”.
“Saya siap, dan apapun resikonya saya tidak akan menyesal”.
“Kalau kau memang menginginkannya, bukalah celanamu untuk membuktikannya”.

Kemudian saya membuka semua celanaku sehingga saya sekarang tampil tanpa busana di depan Sinyo. Dia tampak terkejut dengan perbuatan nekat yang saya lakukan. Tapi kemudian dia menyadari bahwa saya bersungguh-sungguh.

Kemudian dia juga menanggalkan celananya dan tampaklah kemaluannya yang sudah berdiri tegak menantang. Dia mulai menciumi bibir dan buah dadaku. Seolah tanpa sadar, saya terus mendesah, sementara Sinyo semakin menciumiku dengan buas. Terasa ada cairan hangat yang mengalir keluar melalui liang kewanitaanku.

Kurang lebih 10 menit kemudian Sinyo bertanya,
“Apakah kamu sudah siap?”.
“Ya, lakukan saja”.
Sinyo mulai mengambil posisi agar kemaluannya dapat masuk ke dalam liang surgaku dengan tepat. Sambil terus menciumiku, tangannya mulai meraba-raba, mencari lubang senggamaku. Setelah ketemu, dibimbingnya kemaluannya menuju liang kewanitaanku.

Dengan hati-hati ditekannya kemaluannya. Tapi kemaluannya selalu menemukan kesulitan dalam menembus kesucianku. Di samping itu, setiap kali dia berusaha memasukkannya, saya selalu meringis karena perih. Dia kelihatan mulai resah karena selama 10 menit belum bisa menembus pertahanan saya.

“Noni, coba kamu lebarkan kedua kakimu lebih lebar lagi”.
Saya menuruti permintaan Sinyo. Saya mengangkat kedua kakiku dan membukanya lebih lebar sehingga Sinyo dapat dengan leluasa mengarahkan kemaluannya ke liang senggamaku. Sedikit demi sedikit, kepala kemaluan dia mulai dapat masuk ke dalam liang kewanitaanku. Walaupun saya merasakan perih, saya mencoba untuk tidak mengeluh kepada Sinyo.

Sinyo mulai memaju-mundurkan kemaluannya, hingga pada suatu saat, Sinyo mulai menekan kemaluannya dengan kuat. Saya terpekik terkejut karena kemaluan Sinyo sekarang telah berada di dalam liang kewanitaanku semuanya.

“Sakitkah Sayang?”.
“Ehm…, tidak apa-apa, teruskan saja”.
“Kalau sakit bicaralah dan saya akan menghentikan semua ini”.
Sinyo mulai memaju-mundurkan kemaluannya. Semula saya masih merasakan sakit, tapi kemudian saya mulai dapat merasakan kenikmatan ayunan pinggul Sinyo. Saat itu Sinyo hanya setengah sadar. Matanya mulai terpejam, seolah menikmati gesekan demi gesekan.

Kadang Sinyo mempercepat gerakannya, kadang memperlambat. Sayapun mulai mendesah tidak karuan
“Uh…, Sayang, aduh nikmat sekali…, terus, ough…”.
“Noni, aku cinta kamu…, nikmat nggak Sayang?”.
“Ehm…, nikmat sekali, teruskan, lebih cepat lagi…”.
Sinyo mulai mempercepat permainannya, dan sayapun mendesah sambil terus menyebut namanya. Sinyo semakin mempercepat ayunannya karena dia merasa telah hampir sampai klimaks.

“Sayang, apakah kamu keberatan kalau saya mengeluarkan sperma saya di dalam kemaluanmu?”.
“Tidak, lakukan saja. dua hari yang lalu tamu bulananku sudah habis, jadi saya tidak mungkin hamil”.

Kemudian Sinyo mengerang halus dan dia mengalami klimaks. Sebenarnya saat itu sayapun hampir mengalami klimaks, tapi ternyata Sinyo telah mendahuluiku, sehingga saya tidak merasakan klimaks saat itu. Sinyo kemudian lemas dan berbaring di sebelahku.

Dari liang kenikmatanku mengalir cairan sperma Sinyo beserta beberapa tetes darah yang menjadi satu dengan spermanya. Seolah kemudian saya tersadar, saya mulai menangis sesegukan. Saya menyesal telah melakukan semua ini.

“Sayang, maafkan, aku telah merusak dirimu!”.
“Tidak, kamu tidak bersalah. Aku hanya merasa sedih, sekarang saya sudah tidak suci lagi”.
“Noni, percayalah, saya tidak akan meninggalkan kamu”.
“Saya percaya denganmu Sayang. Saya sangat mencintaimu”.
“Saya juga cinta kamu”.

Kejadian itu sudah berlalu hampir 2 tahun yang lalu. Kemudian saya melanjutkan sekolah saya ke Amerika. Hingga sekarang hubungan kami masih terus berlanjut, dan sekarang telah direstui oleh kedua belah pihak. Saya dan Sinyo berjanji untuk saling setia dan melanjutkan kisah asmara ini walaupun jarak yang memisahkan kita begitu jauh.

Semoga kisah asmara kami ini dapat terus berjalan sampai menuju jenjang pernikahan nanti. Cerita Porno


Cerita Sex Pengalamanku ML Bersama Bule Hitam

Cerita Sex – Hari kelihatan sudah petang. Jam menunjukkan pukul 18.30, tiba-tiba aku mendapat telpon dari seorang. Dari logatnya sih kayaknya bukan orang sini, kayanya sehari-harinya dia terbiasa ngomong bahasa sono. Dia minta bertemu denganku malam ini. Ku iyain aja permintaaannya dan kita janjian ketemuan. Pada saat yang sudah ditentukan berdua, kita ketemuan. Dia adalah seorang kulit hitam namun tidak terlalu hitam, wajahnyanya manis dengan bibir yang tidak tebal, dan hidung yang mancung, tidak lebar. Ketika kita berjabatan tangan dia memuji aku cantik, bikin aku tersipu malu aja nih. Dia lancar bahasa sini karena dulu sewaktu di negaranya ia belajar bahasa sini supaya gampang membina usaha dengan perusahaan sini. Rupanya dia seorang bisnismen.

Dia terus aja memandangi tubuhku yang pada malam itu hanya terbalut tengtop dan celpen. Padahal menurutku sendiri aku orangnya hiasa-biasa aja kaya abg pada umumnya, langsing dan gak montok. Ukuran toket juga seadanya dan begitupun dengan bokongku. Aku jadi heran kenapa dia memandangiku sampai segitunya. Tapi memang saat itu aku gak pake bra sehingga kedua pentilku berbayang di tengtopku. Aku mengagumi tubuhnya. perawakannya atletis, terlihat dari kemejanya yang tercetak ketat kearah tubuhnya, terutama yang kuperhatikan adalah selangkangannya. Aku jadi memebayangkan betapa gedenya kontol itu kalau dilihat dari tonjolan di celananya sih, dalam keadaan mati saja sudah menonjol apalagi kalau hidup.Hahhahaa….

Setelah berkenalan, dia ngajak aku makan malam dulu karena memang janjiannya kita di satu resto. Sambil makan kita ngobrol kesana kemari. Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 22.30, dia lalu mengajak aku ke hotelnya yang terletak deket resto. Jadi kita jalan aja menuju hotelnya. Sesampainya dikamar aku duduk aja di sofa yang ada disitu. Dia duduk disebelahku, tanpa basa-basi, langsung aja dia merengkuh tubuhku dan mengulum bibirku. Aku hanya menggeliat dan membalas serbuan mulutnya di bibirku. Bibir kami bercumbu dengan penuh nafsu, lidah kami bertautan

“Hhhmmmmhhh…hhmmmhhmmm…” aku bergumam tidak jelas menikmati cumbuannya.

Tubuhku menggelinjang saat tangannya mulai meremas-remas toketku, yang kadang diselingi dengan pilinan dikedua pentilku. Meskipun masih terhalang oleh kain tengtopku aku sudah merasakan kenikmatan. Aku pun tak mau kalah, aku mulai meraba-raba selangkangannya. Aku merasakan gundukan daging yang masih lembek, tapi terasa sangat besar dan panjang. Dengan tidak sabar sambil tetap meladeni ciumannya, aku mulai melepaskan celananya. Seketika celananyapun meluncur turun ke bawah. Dia sekarang hanya berbalut CD, aku yang sudah dipenuhi oleh nafsu segera mengeluarkan kontolnya yang masih tersembunyi di dibalik CDnya.Kuremas-remas kontolnya, perlahan tapi pasti kontolnya mulai bangun.

Tanpa terasa kedua toketku sudah tidak tertutup oleh sehelai benangpun, sementara celpenku juga sudah terlepas dari tubuhku. Keadaanku sekarang hanya tinggal mengenakan CD saja. Saat dia mulai menciumi toketku, aku melirik kearah kontolnya yang lagi kuelus dan kuremas. Mataku terbelalak seketika melihat kontolnya yang sudah mulai ngaceng, panjangnya lebih dari dua genggaman tanganku, dengan besar yang sangat menakjubkan, karena jempol dan jari tengah ku tidak dapat bersentuhan waktu kugenggam. Akupun semakin bersemangat mengocok kontolnya agar lebih mengeras.

Diapun segera membalas aksiku dengan meraba selangkanganku dari luar CDku. Dia menggesek belahan bibir memekku yang sudah basah. Kemudian dia menurunkan Cdku kebawah tubuhku sekarang tidak tertutup oleh sehelai benangpun. Dengan sedikit mengangkangan kakiku, aku menikmati permainan jarinya di itil dan memekku.

Memekku pun semakin basah, desahanku semakin terdengar. Jari tengahnya yang besar mulai menusuk lubang memekku. sementara jari jempolnya terus menmgelus-elus itilku. Jari tengahnya sedang mengocok pelan iai memekku. Ini membuat aku semakin mendesah keenakan.

“Sssstthhh…aaahhhh…ooohhhh…..aaaahhh….”aku mengerang menikmati permainannya di itil dan di lubang memekku dengan mulut menghisap pentilku. Lututku gemetar, dia betul-betul ahli dalam memuaskan lawan mainnya. Aku dibuatnya mengejang menikmati permainan tangannya.

“Oooohhh stop…aku sudah gak tahan lagi..aaaahhhh”

Mendenghar eranganku bukannya berhenti, ma;ah membuat aksinya makin gila. Jari tangannya semakin menekan-nekan, emutannya dipentilku pun semakin menggila, aku kelabakan dibuatnya, dan tidak lama kemudian akupun mengerang, mencapai puncak kenikmatanku. Ssrrrrr…… srrrrr……ssssrrrrr…. ssssrrrrrrr…… sssrrrrrr…… memekku menyemprotkan cairan kenikmatan.

“Oouuughhh…aku keluaaaarrr…aaahhhh….” erangku. Tubuhku mengejang dan bergetar dengan hebat. Nafasku terengah-engah menikmati orgasmeku, pantatku terangkat, kedua kakiku menjepit tangannya yang masih berada di lubang memekku. Dinding memekku berkedut-kedut, dia rasakan seperti sedang meremas-remas jari tengahnya. Tahu kalau aku sedang orgasme, dia menambahi dengan menekan-nekan jempolnya pada itilku, yang memberikan sensasi yang luar biasa buat aku.

Tak berapa lama gejolak birahiku mereda seiring dengan keluarnya cairan kenikmatanku, nafasku mulai kembali normal, dengan mesraku cium dia. Aku masih belum merasa lengkap bila tidak merasakan kontolnya yang mempunyai ukuran luar biasa tersebut. Aku membayangkan bila kontolnya menerobos masuk lubang memekku, pasti aku akan merintih dan mengerang sejadi-jadinya.

Sekarang aku meminta dia agar duduk di sofa, kemudian aku berlutut didepannya. Dengan penuh nafsu kontolnya mulai kukulum dan kujilati, dia mulai mendesah-desah keenakan merasakan kuluman dan jilatan mulut dan lidahku di kontolnya. Aku merasakan kontolnya makin mengeras, mulutku tidak cukup untuk mengulum kontolnya yang besar dan panjang, hanya sepertiga dari batang kontolnya yang bisa keluar masuk dalam mulutku.

Setelah kontolnya mengeras aku mulai mengangkangi dia, dan dengan perlahan kepala kontolnya kuoles-oleskan di bibir memekku, aku dan dia merinding kegelian. “Sleeepppp…. “aku mulai menyelipkan kontolnya di lubang memekku. Aku merem melek bibuatnya saat memekku mulai tersumbat oleh kepala kontolnya, dengan perlahan kudorong pantatku ke bawah, batang kontolnya mulai menyeruak masuk ke lubang memekku. Aku menjerit merasakan memekku sedikit sakit akibat terlalu besarnya kontol yang sedang masuk.

“Sssthhh…ooouughhh…besar sekali kontolmu ooommm…” rintihku menahan sakit dan keenakan.

“Ooohhh…Damn….your pussy is very tight,” bisiknya di telingaku.

Aku terdiam sejenak merasakan sakit dan perih di memekku akibat sumbatan kontolnya yang besar. Baru sekitar seperempat kontolnya yang terbenam di memekku. Dia yang merasakan nikmat saat kontolnya terjepit dengan ketat oleh memekku merasa tidak sabar, kedua tangannya mencengkram pinggang dan pantatku dan mulai menekankan pantatku. “Bleeessss…… ” perlahan kontolnya mulai menyeruak masuk ke dalam lubang memekku. Aku kembali menjerit kesakitan, akupun meronta dan mencoba untuk bangkit dari posisiku, tapi tangannya menahan pinggangku, sehingga aku tidak dapat melepaskan kontolnya dari lubang memekku.

“Bleeeeessss….” kembali tangannya mendorong pantatku, setengah kontolnya sudah terbenam dalam memekku sehingga aku pun semakin kesakitan.

“Aduh ooommm…sakiiit…oommm….”aku merintih kesakitan.

“Oooohhh Novaaa…your pussy is realy tight….hhhhmmm saayaa…sukaaaa…your pusssy….. ssaabaar sayaaang… ssebentar lagi kamu tidaaak akan kesakitan…,” katanya sambil mulai menaik turunkan pinggangku perlahan-lahan.

Dan dengan sendirinya pantatku ikut naik turun seirama dengan gerakan tangannya dipinggangku.

“Oooo…sudaaahhh ooommm sakiiit…oommmm….Nova gak kuaaaattt…sakit sekali rasanya….” aku masih merintih kesakitan merasakan memekku yang sedang disodok keluar masuk oleh kontol besarnya.

Dia yang sudah sangat bernafsu tidak mau menghentikan kegiatannya, dia betul-betul merasakan enaknya jepitan memekku di kontolnya, dia merasakan kontolnya sangat seret keluar masuk di lubang memekku. Tapi lama-lama lubang memekku mulai bisa beradaptasi dengan kontol besarnya , tapi walaupun begitu aku masih merasakan sakit dan perih di lubang memekku.

Seiring dengan terus memompa memekku, batang kontolnya mulai sedikit lancar keluar masuk memekku, dengan menahan sakit dan perih aku mulai bergoyang naik turun mengimbangi gerakan tangannya di pinggangku. Terlihat bibir memekku membungkus ketat kontolnya saat kontolnya menekan masuk bibir memekku pun ikut masuk, dan saat kontolnya di tarik keluar bibir memekku pun terlihat keluar juga. Aku merasakan memekku betul-betul penuh oleh sumpalan kontolnya, rasa sakit dan perih yang kurasakan mulai berkurang berganti dengan rasa nikmat. Rintihan kesakitanku mulai berganti dengan erangan keenakan, sedikit demi sedikit kontolnya semakin melesak masuk kedalam lubang memekku.

Aku yang tadinya meronta-ronta berusaha menarik keluar kontolnya, sekarang mulai bergerak naik turun menyambut sodokan kontol itu. Aku merasakan kontolnya semakin melesak dalam di lubang memekku. Tanpa memberitahu aku dengan penuh nafsu dia menekan pantatku ke bawah, akibatnya batang kontolnya hampir tertelan seluruhnya di lubang memekku. Aku mengerang dibuatnya, dinding memekku menempel ketat di kontolnya, aku merasakan ujung dinding rahimku diterjang dengan kuat oleh kepla kontolnya.

“Aaahhh…ooommm….kontol ooommmm enak sekaliiii….” jeritku saat merasakan kontolnya menyentuh dinding rahimku.

“Hhhhhmmmm…..Nova….your pussy hhhmm… I love it…” desahnya.

Tiga perempat batang kontolnya sudah terbenam di lubang memekku, dan tidak bisa lagi masuk lebih dalam karena sudah mentok. Dengan perlahan dia mulai memompa kontolnya keluar masuk memekku. Lama-lama sodokan kontolnya semakin bertambah cepat, akupun semakin merintih kenikmatan dibuatnya. Memekku semakin basah oleh cairan yang keluar, kontolnya semakin leluasa keluar masuk lubang memekku.

“Sssstthhh….ooohhh….genjot terus oommm….nikmat sekaliiii…Nova puaaass oomm…aahhh…” erangku. Tanpa hentinya aku merintih kenikmatan merasakan sodokan demi sodokan kontolnya di lubang memekku. Mataku merem melek, tubuhku mulai mengejang-ngejang, aku akan meraih puncak kenikmatanku kembali, gerakanku semakin liar, kepalaku bergorang ke kanan-ke kiri, nafasku semakin memburu, dan “Sssssrrrrrr…sssrrrr…..ssssrrrr…..sssrrrrr…..ssrrrr rr…… ” memekku menyemburkan lahar kenikmatan, dinding memekku berkedut-kedut seiring dengan semburan itu,

“Nova keluaaar oommm…enak sekaliii kontolmu sunguh luar biasaaa….” erangku menikmati orgasmeku.

Mendengar eranganku, dia semakin mempercepat genjotannya, sehingga tubuhku kelojotan menerima sodokan-sodokan tersebut, dan dengan sekali hentak dia berusaha menanamkan kontolnya sedalam-dalamnya di lubang memekku menyambut semburan lahar kenikmatanku. Dia merasa kepala kontolnya menjadi hangat, dan ia juga merasakan dinding memekku yang berkedut-kedut, seolah-olah kontolnya sedang diremas-remas. Dengan memeluk erat tubuhnya dan nafas yang tersengal-sengal, akupun ambruk di atas tubuhnya. Dia merasakan bahwa memekku sudah berhenti berkedut, sementara nafaskupun sudah beranjak normal kembali.

Tanpa melepaskan kontolnya dari jepitan memekku, dia mengangkat tubuhku dan merebahkan tubuhku diatas sofa. Lalu dia mengambil bantal-bantal kecil yang ada di sofa diletakkannya bantal tersebut di lututnya. Kedua kakiku dia taruh dipundaknya, dan ia pun mulai menggenjot memekku. “Bleeesssss…..”

Kontolnya mulai menggenjot memekku dengan perlahan, dengan posisi ini dia merasakan memekku lebih sempit dari posisi tadi, lenguhannyapun keluar dari mulutnya. Akupun mengerang merasakan sodokan-sodokan kontolnya. Semakin lama genjotannya semakin bertambah cepat, tubuhku berguncang dengan dahsyat mengikuti irama sodokannya yang semakin cepat.

“Ooohhh…Nova…you’re so beautiful…ooohh…your pussy nice..hhmmm… ooohh. Damn, you’re so hhooootttt…,” dia melenguh merasakan enaknya memekku yang dengan ketatnya menjepit kontolnya.

“Kontolmu juga enak oommm…aaaahhhh…benar-benar nikmat…aku puaaasss banget kamu entot….genjot terus ooommm…aaahhhh….” rancuku menikmati genjotannya.

Dia pun menggenjot kontolnya dengan cepat, sambil kedua tangannya meremas-remas toketku, kadang-kadang kedua pentilku dia pilin-pilin. Aku betul-betul kewalahan menghadapi serangan-serangannya, erangankupun semakin menjadi-jadi, lenguhan dan desahanku semakin kerap terdengar, mataku kadang-kadang mendelik keatas sehingga hanya kelihatan putihnya saja, memekku semakin banjir oleh cairan yang keluar.

Batang kontolnya semakin gencar menyerang memekku. Dari berlutut dia merubah posisinya jadi setengah berjongkok, sementara tubuhnya ia condongkan ke depan, kedua tangannya ia letakkan di samping kepalaku menahan bobot tubuhnya. Kakiku yang masih menempel di pundaknyapun menjadi terdorong ke arah tubuhku. pantatku sedikit terangkat, batang kontolnyapun melesak lebih dalam akibat posisi ini. Kembali dia memompa kontolnya keluar masuk memekku dengan tanpa mengurangi ritme sodokannya. Aku merasakan posisi ngentot seperti ini memberikan kenikmatan yang luar biasa, entah karena kontolnya yang besar dan panjang, entah karena itilku yang ikut terdorong keluar masuk saat kontolnya keluar masuk di lubang memekku. Akupun melenguh menikmati sodokan-sodokan batang kontolnya.

“Oooouughhh…entot terus oommm….kontolmuuu…aaahhh….” desahku histeris.

Aku yang saat pertama merasakan sakit dan perih akibat terjangan batang kontolnya, sekarang malah minta dia untuk menekan kontolnya lebih dalam. Dia semakin mempercepat kontolnya keluar masuk di memekku, dan menekan lebih dalam lagi di lubang memekku. Dengan ritme kecepatan yang dilakukan oleh dia membuat aku merintih-rintih keenakan. Puncak kenikmatanku hampir di ambang pintu, nafasku semakin memburu, tubuhku mulai mengejang, pantatku terangkat saat dia menekan kontolnya supaya bisa masuk lebi dalam lagi. Malam ini aku betul-betul merasakan kenikmatan dientot yang belum pernah aku rasakan selama ini, tubuhku seperti mau rontok karena nikmatnya digenjot oleh dia.

“Ooooo….aaarrgghhhh…ssstthhh…Nova mau keluaaaarrrr lagiiii…..genjot lebih keraaass ooommm…aaahhhh….” aku histeris merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa, dan “Ssssrrrr…. ssrrrrr….. ssrrrr….. ssrrrrr….. sssrrrrr……” memekku mulai menyemprotkan cairan kenikmatan, membasahi lubang memekku dan kontolnya. Memekku semakin banjir.

Dia tidak menghentikan genjotannya saat aku meraih puncak kenikmatan, dia juga merasakan hal yang sama, dia merasakan kontolnya berdenyut-denyut, dan akhirnya pejunya mendesak keluar dari palkonnya, dan “Crooottt…crooottt…crooott…” kontolnya menyemburkan pejuh ke dalam lubang memekku, hampir bersamaan dengan keluarnya cairan nikmatku.

Dia menekan kontolnya lebih dalam saat menyemprotkan pejunya dan mendiamkan kontolnya di lubang memekku. Aku merasakan ledakan-ledakan hangat yang keluar dari kontolnya membasahi relung memekku. Aku merasakan terjangan pejunya itu sangat kuat menerjang dinding rahimku. tubuh kami sama2 menggelepar saat kami berdua meraih kepuasan. Tubuhku mengejang-ejang, aku mengerang dan merintih.

Dia melenguh keenakan saat kontolnya menyemprotkan pejuhnya, tubuhnya juga menegang.

“Oooghhh….. Damn… I’m cooominggg…too. Your pussy..is very nice… I love your pussy… I love your body…aaaagghhh…ssssshhh.. Damn….”d ia melenguh menikmati semburan pejunya yang keluar dari kontolnya.

Kami berpelukan dan berciuman sambil menikmati puncak kenikmatan, nafas kami berdua masih memburu, tubuh kami masih mengejang sampe gejolak birahi mereda dan saat batang kontolnya mulai hilang ketegangannya. Dia menarik keluar kontolnya dan dari lubang memekku mengalir perlahan cairan putih yang bercampur dengan cairan kenikmatanku.

Cairan tersebut menetes keluar dengan perlahan dari lubang memekku ke sofa. Dia menciumku dengan mesra. Akupun membalas ciuman tersebut, aku betul-betul merasa puas. Kemudian kami beranjak ke tempat tidur. Aku telentang menikmati yang barusan terjadi. Aku merasa seperti masih ada yang mengganjal di lubang memekku. Dia berbaring disebelahku.

“Nanti kita ulangi lagi ya om, tapi sekarang Nova mau istirahat dulu lemes banget nih”

Aku membayangkan pasti ketika bangun bisa ngerasain lagi kontol besar panjang itu keluar masuk memekku. Akupun tidur dengan mulut tersungging senyuman puas. Cerita Dewasa

Cerita Sex Dewasa Mertuaku Yang Hot



Cerita Sex Dewasa – Sudah dua tahun ini aku menikah dengan Nina, dia seorang model iklan dan enam bulan lalu, dia menjadi seorang bintang sinetron, sementara aku sendiri adalah seorang wiraswasta di bidang pompa bensin. Usiaku kini 32 tahun, sedangkan Nina usia 21 tahun.

Nina seorang yang cantik dengan kulit yang putih bersih mungkin karena keturunan dari ibunya. Aku pun bangga mempunyai istri secantik dia. Ibunya Nina, mertuaku, sebut saja Mama Leni, orangnya pun cantik walau usianya sudah 39-tahun.

Mama Leni merupakan istri ketiga dari seorang pejabat negara ini, karena istri ketiga jadi suaminya jarang ada di rumah, paling-paling sebulan sekali. Sehingga Mama Leni bersibuk diri dengan berjualan berlian.

Aku tinggal bersama istriku di rumah ibunya, walau aku sndiri punya rumah tapi karena menurut istriku, ibunya sering kesepian maka aku tinggal di “Pondok Mertua Indah”.

Aku yang sibuk sekali dengan bisnisku, sementara Mama Leni juga sibuk, kami jadi kurang banyak berkomunikasi tapi sejak istriku jadi bintang sinetron 6 bulan lalu, aku dan Mama Leni jadi semakin akrab malahan kami sekarang sering melakukan hubungan suami istri. Inilah awal hubungan itu terjadi..

Sejak istriku sibuk syuting sinetron, dia banyak pergi keluar kota, otomatis aku dan mertuaku sering berdua di rumah, karena memang kami tidak punya pembantu. Tiga bulan lalu, ketika istriku pergi ke Jogja, setelah kuantar istriku ke stasiun kereta api, aku mampir ke rumah pribadiku dan baru kembali ke rumah mertuaku kira-kira jam 11.00 malam. Ketika aku masuk ke rumah aku terkaget, rupanya mertuaku belum tidur. Dia sedang menonton TV di ruang keluarga.

“Eh, Mama.. belum tidur..”
“Belum, Vir.. saya takut tidur kalau di rumah belum ada orang..”
“Oh, Maaf Ma, saya tadi mampir ke rumah dulu.. jadi agak telat..”
“Nina.. pulangnya kapan?”
“Ya.. kira-kira hari Rabu, Ma.. Oh.. sudah malam Ma, saya tidur dulu..”
“Ok.. Vir, selamat tidur..”

Kutinggal Mama Leni yang masih nonton TV, aku masuk ke kamarku, lalu tidur. Keesokannya, Sabtu Pagi ketika aku terbangun dan menuju ke kamar makan kulihat Mama Leni sudah mempersiapkan sarapan yang rupanya nasi goreng, makanan favoritku.

“Selamat Pagi, Vir..”
“Pagi.. Ma, wah Mama tau aja masakan kesukaan saya.”
“Kamu hari ini mau kemana Vir?”
“Tidak kemana-mana, Ma.. paling cuci mobil..”
“Bisa antar Mama, Mama mau antar pesanan berlian.”
“Ok.. Ma..”

Hari itu aku menemani Mama pergi antar pesanan dimana kami pergi dari jam 09.00 sampai jam 07.00 malam. Selama perjalanan, Mama menceritakan bahwa dia merasa kesepian sejak Nina makin sibuk dengan dirinya sendiri dimana suaminya pun jarang datang, untungnya ada diriku walaupun baru malam bisa berjumpa. Sejak itulah aku jadi akrab dengan Mama Leni. Cerita selingkuh dengan mertua.

Sampai di rumah setelah berpergian seharian dan setelah mandi, aku dan Mama nonton TV bersama-sama, dia mengenakan baju tidur modelnya baju handuk sedangkan aku hanya mengenakan kaus dan celana pendek. Tiba-tiba Mama menyuruhku untuk memijat dirinya.

“Vir, kamu capek nggak, tolong pijatin leher Mama yach.. habis pegal banget nih..”
“Dimana Ma?”
“Sini.. Leher dan punggung Mama..”

Aku lalu berdiri sementara Mama Leni duduk di sofa, aku mulai memijat lehernya, pada awalnya perasaanku biasa tapi lama-lama aku terangsang juga ketika kulit lehernya yang putih bersih dan mulus kupijat dengan lembut terutama ketika kerah baju tidurnya diturunkan makin ke bawah dimana rupanya Mama Leni tidak mengenakan BH dan payudaranya yang cukup menantang terintip dari punggungnya olehku dan juga wangi tubuhnya yang sangat menusuk hidungku.

“Maaf, Ma.. punggung Mama juga dipijat..”
“Iya.. di situ juga pegal..”

Dengan rasa sungkan tanganku makin merasuk ke punggungnya sehingga nafasku mengenai lehernya yang putih, bersih dan mulus serta berbulu halus. Tiba-tiba Mama berpaling ke arahku dan mencium bibirku dengan bibirnya yang mungil nan lembut, rupanya Mama Leni juga sudah mulai terangsang.

“Vir, Mama kesepian.. Mama membutuhkanmu..” Aku tidak menjawab karena Mama memasukkan lidahnya ke mulutku dan lidah kami bertautan. Tanganku yang ada di punggungnya ditarik ke arah payudaranya sehingga putingnya dan payudaranya yang kenyal tersentuh tanganku. Cerita selingkuh dengan mertua.

Hal ini membuatku semakin terangsang, dan aku lalu merubah posisiku, dari belakang sofa, aku sekarang berhadapan dengan Mama Leni yang telah meloloskan bajunya sehingga payudaranya terlihat jelas olehku. Aku tertegun, rupanya tubuh Mama Leni lebih bagus dari milik anaknya sendiri, istriku. Aku baru pertama kali ini melihat tubuh ibu mertuaku yang toples.

“Vir, koq bengong, khan Mama sudah bilang, Mama kesepian..”
“iya.. iya.. iya Mah,”

Ditariknya tanganku sehingga aku terjatuh di atas tubuhnya, lalu bibirku dikecupnya kembali. Aku yang terangsang membalasnya dengan memasukkan lidahku ke mulutnya. Lidahku disedot di dalam mulutnya. Tanganku mulai bergerilya pada payudaranya.

Payudaranya yang berukuran 36B sudah kuremas-remas, putingnya kupelintir yang membuat Mama Leni menggoyangkan tubuhnya karena keenakan. Tangannya yang mungil memegang batangku yang masih ada di balilk celana pendekku. Cerita selingkuh dengan mertua.

Diusap-usapnya hingga batangku mulai mengeras dan celana pendekku mulai diturunkan sedikit, setelah itu tangannya mulai mengorek di balik celana dalamku sehingga tersentuhlah kepala batangku dengan tangannya yang lembut yang membuatku gelisah.

Keringat kami mulai bercucuran, payudaranya sudah tidak terpegang lagi tanganku tapi mulutku sudah mulai menari-nari di payudaranya, putingnya kugigit, kuhisap dan kukenyot sehingga Mama MLeni ona kelojotan, sementara batangku sudah dikocok oleh tangannya sehingga makin mengeras.

Tanganku mulai meraba-raba celana dalamnya, dari sela-sela celana dan pahanya yang putih mulus kuraba vaginanya yang berbulu lebat. Sesekali kumasuki jariku pada liang vaginanya yang membuat dirinya makin mengelinjang dan makin mempercepat kocokan tangannya pada batangku.

Hampir 10 menit lamanya setelah vaginanya telah basah oleh cairan yang keluar dengan berbau harum, kulepaskan tanganku dari vaginanya dan Mama Leni melepaskan tangannya dari batangku yang sudah keras. Mama Leni lalu berdiri di hadapanku, Cerita selingkuh dengan mertua.

dilepaskannya baju tidurnya dan celana dalamnya sehingga aku melihatnya dengan jelas tubuh Mama Leni yang bugil dimana tubuhnya sangat indah dengan tubuh tinggi 167 cm, payudara berukuran 36B dan vagina yang berbentuk huruf V dengan berbulu lebat, membuatku menahan ludah ketika memandanginya.

“Vir, ayo.. puasin Mama..”
“Ma.. tubuh Mama bagus sekali, lebih bagus dari tubuhnya Nina..”
“Ah.. masa sih..”
“Iya, Ma.. kalau tau dari 2 tahun lalu, mungkin Mamalah yang saya nikahi..”
“Ah.. kamu bisa aja..”
“Iya.. Ma.. bener deh..”

“Iya sekarang.. puasin Mama dulu.. yang penting khan kamu bisa menikmati Mama sekarang..”

“Kalau Mama bisa memuaskan saya, saya akan kawini Mama..”

Mama lalu duduk lagi, celana dalamku diturunkan sehingga batangku sudah dalam genggamannya, walau tidak terpegang semua karena batangku yang besar tapi tangannya yang lembut sangat mengasyikan.

“Vir, batangmu besar sekali, pasti Nina puas yach.”
“Ah.. nggak. Nina.. biasa aja Ma..”
“Ya.. kalau gitu kamu harus puasin Mama yach..”
“Ok.. Mah..”

Mulut mungil Mama Leni sudah menyentuh kepala batangku, dijilatnya dengan lembut, rasa lidahnya membuat diriku kelojotan, kepalanya kuusap dengan lembut. Batangku mulai dijilatnya sampai biji pelirku, Mama Leni mencoba memasukkan batangku yang besar ke dalam mulutnya yang mungil tapi tidak bisa, akhirnya hanya bisa masuk kepala batangku saja dalam mulutnya.

Hal ini pun sudah membuatku kelojotan, saking nikmatnya lidah Mama Leni menyentuh batangku dengan lembut. Hampir 15 menit lamanya batangku dihisap membuatnya agak basah oleh ludah Mama Leni yang sudah tampak kelelahan menjilat batangku dan membuatku semakin mengguncang keenakan.

Setelah itu Mama Leni duduk di Sofa dan sekarang aku yang jongkok di hadapannya. Kedua kakinya kuangkat dan kuletakkan di bahuku. Vagina Mama Leni terpampang di hadapanku dengan jarak sekitar 50 cm dari wajahku, tapi bau harum menyegarkan vaginanya menusuk hidungku. Cerita selingkuh dengan mertua.

“Ma, Vagina Mama wangi sekali, pasti rasanya enak sekali yach.”
“Ah, masa sih Vir, wangi mana dibanding punya Nina dari punya Mama.”
“Jelas lebih wangi punya mama dong..”
“Aaakkhh..”

Vagina Mama Leni telah kusentuh dengan lidahku. Kujilat lembut liang vagina Mama Leni, vagina Mama Leni rasanya sangat menyegarkan dan manis membuatku makin menjadi-jadi memberi jilatan pada vaginanya.

“Ma, vagina.. Mama sedap sekali.. rasanya segar..”
“Iyaah.. Vir, terus.. Vir.. Mama baru kali ini vaginanya dijilatin.. ohh.. terus.. sayang..”

Vagina itu makin kutusuk dengan lidahku dan sampai juga pada klitorisnya yang rasanya juga sangat legit dan menyegarkan. Lidahku kuputar dalam vaginanya, biji klitorisnya kujepit di lidahku lalu kuhisap sarinya yang membuat Mama Leni menjerit keenakan dan tubuhnya menggelepar ke kanan ke kiri di atas sofa seperti cacing kepanasan. “Ahh.. ahh.. oghh oghh.. awww.. argh.. arghh.. lidahmu Vir.. agh, eena.. enakkhh.. aahh.. trus.. trus..”

Klitoris Mama Leni yang manis sudah habis kusedot sampai berulang-ulang, tubuh Mama Leni sampai terpelintir di atas sofa, hal itu kulakukan hampir 30 menit dan dari vaginanya sudah mengeluarkan cairan putih bening kental dan rasanya manis juga, cairan itupun dengan cepat kuhisap dan kujilat sampai habis sehingga tidak ada sisa baik di vaginanya maupun paha mama Leni. Cerita selingkuh dengan mertua.

“Ahg.. agh.. Vir.. argh.. akh.. akhu.. keluar.. nih.. ka.. kamu.. hebat dech..”

Mama Leni langsung ambruk di atas sofa dengan lemas tak berdaya, sementara aku yang merasa segar setelah menelan cairan vagina Mama Leni, langsung berdiri dan dengan cepat kutempelkan batang kemaluanku yang dari 30 menit lalu sudah tegang dan keras tepat pada liang vagina Mama Leni yang sudah kering dari cairan. Mama Leni melebarkan kakinya sehingga memudahkanku menekan batangku ke dalam vaginanya, tapi yang aku rasakan liang vagina Mama Leni terasa sempit, aku pun keheranan.

“Ma.. vagina Mama koq sempit yach.. kayak vagina anak gadis.”
“Kenapa memangnya Vir, nggak enak yach..”

“Justru itu Ma, Mama punya sempit kayak punya gadis. Saya senang Ma, karena vagina Nina sudah agak lebar, Mama hebat, pasti Mama rawat yach?”

“Iya, sayang.. walau Mama jarang ditusuk, vaginanya harus Mama rawat sebaik-baiknya, toh kamu juga yang nusuk..”

“Iya Ma, saya senang bisa menusukkan batang saya ke vagina Mama yang sedaap ini..”
“Akhh.. batangmu besar sekali..”

Vagina Mama Leni sudah terterobos juga oleh batang kemaluanku yang diameternya 4 cm dan panjangnya 18 cm, setelah 6 kali kuberikan tekanan. Pinggulku kugerakan maju-mundur menekan vagina Mama Leni yang sudah tertusuk oleh batangku,

Mama Leni hanya bisa menahan rasa sakit yang enak dengan memejamkan mata dan melenguh kenikmatan, badannya digoyangkan membuatku semakin semangat menggenjotnya hingga sampai semua batangku masuk ke vaginanya. Cerita selingkuh dengan mertua.

“Vir .. nggehh.. ngghh.. batangmu menusuk sampai ke perut.. nich.. agghh.. agghh.. aahh.. eenaakkhh..” Aku pun merasa keheranan karena pada saat masukkan batangku ke vaginanya Mama Leni terasa sempit, tapi sekarang bisa sampai tembus ke perutnya. Payudara Mama Leni yang ranum dan terbungkus kulit yang putih bersih dihiasi puting kecil kemerahan sudah kuterkam dengan mulutku.

Payudara itu sudah kuhisap, kujilat, kugigit dan kukenyot sampai putingnya mengeras seperti batu kerikil dan Mama Leni belingsatan, tangannya membekap kepalaku di payudaranya sedangkan vaginanya terhujam keras oleh batangku selama hampir 1 jam lamanya yang tiba-tiba Mama Leni berteriak dengan lenguhan karena cairan telah keluar dari vaginanya membasahi batangku yang masih di dalam vaginanya, saking banyaknya cairan itu sampai membasahi pahanya dan pahaku hingga berasa lengket.

“Arrgghh.. argghh.. aakkhh.. Mama.. keluar nich Vir .. kamu belum yach..?” Aku tidak menjawab karena tubuhnya kuputar dari posisi terlentang dan sekarang posisi menungging dimana batangku masih tertancap dengan kerasnya di dalam vagina Mama Leni, sedangkan dia sudah lemas tak berdaya.

Kuhujam vagina Mama Leni berkali-kali sementara Mama Leni yang sudah lemas seakan tidak bergerak menerima hujaman batangku, Payudaranya kutangkap dari belakang dan kuremas-remas, punggungnya kujilat.

Hal ini kulakukan sampai 1 jam kemudian di saat Mama Leni meledak lagi mengeluarkan cairan untuk yang kedua kalinya, sedangkan aku mencapai puncak juga dimana cairanku kubuang dalam vagina Mama Leni hingga banjir ke kain sofa saking banyaknya cairanku yang keluar. Cerita selingkuh dengan mertua.

“Akhh.. akh.. Ma, Vagina Mama luar biasa sekali..” Aku pun ambruk setelah hampir 2,5 jam merasakan nikmatnya vagina mertuaku, yang memang nikmat, meniban tubuh Mama Leni yang sudah lemas lebih dulu.

Aku dan Mama terbangun sekitar jam 12.30 malam dan kami pindah tidur ke kamar Mama Leni, setelah terbaring di sebelah Mama dimana kami masih sama-sama bugil karena baju kami ada di sofa, Mama Leni memelukku dan mencium pipiku.

“Vir, Mama benar-benar puas dech, Mama pingin kapan-kapan coba lagi batangmu yach, boleh khan..”

“Boleh Ma, saya pun juga puas bisa mencoba vagina Mama dan sekarangpun yang saya inginkan setiap malam bisa tidur sama Mama jika Nina nggak pulang.”

“Iya, Vir.. kamu mau ngeloni Mama kalau Nina pergi?”
“Iya Ma, vagina Mama nikmat sih.”
“Air manimu hangat sekali Vir, berasa dech waktu masuk di dalam vagina Mama.”
“Kita Main lagi Ma..?”
“Iya boleh..”

Kami pun bermain dalam nafsu birahi lagi di tempat tidur Mama hingga menjelang ayam berkokok baru kami tidur. Mulai hari itu aku selalu tidur di kamar Mama jika istriku ada syuting di luar kota dan ini berlangsung sampai sekarang. Cerita Porno

Cerita Dewasa Ngentot Dengan Mama Muda Mulus



Cerita Dewasa – Kenalkan namaku Zora dan merupakan anak bungsu dari dua bersaudara, kakakku seorang cewek yang masih kuliah. Sedangkan aku masih duduk di bangku SMU karena saat ini kedua orang tuaku sudah bercerai meskipun baru tiga bulan mereka bercerai, tapi pisah rumahnya sudah setahun yang lalu. Papaku tinggal dengan istri mudanya yang merupakan selingkuhannya ketika dia masih menjadi suami mamaku.

Sebagai siswa SMU akupun biasa membaca hal-hal yang berbau pornografi seperti halnya cerita dewasa tante. Bahkan aku sering membayangkannya melakukan adegan seperti dalam cerita sex, sebagai anak cowok aku dekat dengan kedua orang tuaku baik dengan mama maupun dengan papa. Karena itu ketika mereka berpisah aku tidak memilih salah satu dari mereka untuk tempat tidurku.

Terkadang aku tidur ditempat mama yang tinggal dengan kakak perempuanku kak Chika, terkadang aku juga menginap di rumah papa yang tinggal dengan istri mudanya. Dan aku biasa memanggilnya mama Lirna, dia seoarng wanita yang masih muda paling tidak usianya satu tingkat di atas kakakku. Wajahnya begitu imut dengan matanya yang lebar namun memukau di tambah senyumnya yang manis.

Dari yang aku kenal mama Lirna merupakan gadis kampung yang merantau ke kota ini, dan diapun masuk ke perusahaan papa. Hingga akhirnya terlibat hubungan sampai papa rela meninggalkan mama demi wanita ini, sebenarnya mama Lirna begitu baik padaku bahkan dia tidak canggung mengobrol denganku meskipun dia lebih pantas menjadi kakakku daripada harus menjadi mamaku.

Karena dia juga aku menjadi betah tinggal di rumah papa, karena selain papa memberikan apa yang aku minta. Akupun senang melihat mama Lirna yang kesehariannya selalu berpenampilan seksi, sehingga aku membayangkan dia mirip seperti pemain dalam adegan cerita dewasa. Mama Lirna terkadang hanya memakai pakaian yang begitu tipis sehingga memperlihatkan lekuk tubuh seksinya.

Seperti hari ini dia terlihat begitu cantik dengan pakaian terusan mininya, yang memperlihatkan paha mulusnya. Membuatku aku menjadi penasaran pada pangkal pahanya yang lumayan kelihatan karena baju yang dia pakai mama begitu tipis “Baru bangun Zor…makan dulu gih..meskipun bukan sarapan lagi karena sudah jam sepuluh lho…” Aku hanya tersenyum sambil nyelonong masuk ke ruang makan.

Setelah makan aku duduk di ruang tengah sambil menonton TV “Nanti malam tidur disini ya.. soalnya papa kamu mau pergi ke acara temannya dan mama nggak mau ikut” Aku pura-pura tidak mendengarkan kata mama Lirna, mungkin dia kesal padaku karena aku lihat dia pergi ke kamarnya. Dan aku tetap menonton di ruang tengah hingga beberapa jam kemudian aku mendengar suara aneh.

Ketika aku mencari sumber suara itu ternyata berasal dari kamar mama Lirna, akupun mengintip dari balik pintu yang sedikit terbuka. Saat itu juga aku melihat mama LIrna seperti pemain dalam cerita sex yang sedang sange, dia mengelus-elus bagian alat vitalnya sendiri dengan tangannya sedangkan matanya merem melek sepertinya diapun menikmati sentuhannya sendiri.

Bahkan mama Lirna mendesah juga “OOOouuuuuhhh….. aaaaahhhh… aaaaahhhh…” Aku lihat kini jarinya mulai masuk kedalam lubang memeknya, kontolku ikut berdiri tegak menyaksikan adegan tersebut “Ooouuhhh… Zoraaa.. mama tau kamu ada di situ.. sini sayaaaang…. aaaaaahhhhh…. aaaaaahhhhhh…” Aku keget mendengar perkataan mama, namun karena aku juga terangsang oleh pertunjukan mama dari tadi.

Akhirnya akupun masuk dan mendekati mama Lirna yang telanjang ulat di atas tempat tidurnya “OOoohhhhhh…. saayaaaang.. siiini… aaahhhhh…” Dia jilat jarinya yang baru saja dia masukkan kedalam liang senggamanya, lalu dengan tajam dia menatap padaku dan menggapaikan tangannya untuk memellukku. Setelah aku dekat dia langsung mendekapku dalam pelukannya.

Kemudian dia mencari bibirku dan selanjtnya diapun melumat habis bibirku “OOoooohhhhh…. Sayaaanng…. aaaaahhhhh.. Zoraaaa…. aaaahhhh… aaahhh…” Sementara tangannya mulai melepas bajuku satu persatu, hingga akhirnya terlepas semuanya. Saat itu juga kontolku menyembul keluar dengan tegak dan begitu besar. Aku acungkan pada memek mama Lirna.

Tidak perlu lama untuk masuk ke lubnag yang tepat, meskipun aku belum pernah melakukan adegan seperti dalam cerita dewasa ini. Tapi mama Lirna membantuku dengan cara menuntunnya dengan tangannya masuk dalam liang senggamaku “OOooouuuuhhh…. aaaaahhhhh… ooouugggghh… aaaaahhhh… aaaahhhhh” Akhirnya kini aku benar-benar bisa mendesah layaknya orang berhubungan intim.

Tapi rupanya mama Lirna belum puas dengan aku berada di atasnya, kini dia menggantikan posisiku dengan cara membalikan tubuhku dan diapun menggoyangkan tubuhnya ketika kontolku berada dalam memeknya yang berada di bawahku “Oooouuuhhhhh…. aaaaahhhhh…. mamaaa.. lebiih puaaas… seperti inii Zoraaaaa…..” Dia terus bergoyang hingga akhirnya aku rasakan.

Dia semakin cepat bergerak turun naik bahkan terkadang memutar pantatnya yang membuat kontolku tidak tahan “Ooouuuhhhh… maaaa…. aaaaaaahhhhhhh….. aaaahhhh… aaaahhhh…aaahhh..” Mama segera menunduk dan menghisap kontolku yang memuncratkan lendir kental, nikmaaat rasanya dan baru kali ini aku menikmati hal seperti ini aku lihat mama Lirna.

Dia membersihkan semua lendir itu ketika semuanya habis dia menatapku dan berkata “Mama puas sayaaang…” Dia mendekatkan wajahnya padaku, dan tanpa merasa jijik akupun melumat bibirnya yang masih penuh dengan lendir kental itu, bahkan aku ingin melakukannya hubungan intim seklai lagi dan mama Lirna menyanggupinya. Kamipun kembali beraksi setelah ada setengah jam beristirahat. Cerita Sex

Cerita Sex Pacarku Mengaku Di Perkosa Kepada Orang Tuanya

Cerita Sex – Namaku Denny, aku seorang teknisi computer. Beberapa bulan yang lalu aku kenalan dengan seorang cewek yang bernama Cindy.



Dia, seorang gadis yang sangat cantik, tinggi, berkulit putih mulus dan berambut panjang. Dia tinggal di Pondok Indah, aku ketemu dengannya dalam suatu party di rumah temanku.

Dia sebetulnya masih akan mencuti studinya di Melbourne, pada saat itu dia sedang liburan, jadi ia pulang ke Jakarta untuk beberapa bulan saja. Dia anak orang kaya, kamu bayangin saja, dia sekolah di Melbourne dan rumah di PI. Orang tuanya seorang ekspotir kelas menengah.

Aku sebetulnya agak minder juga kenalan dengannya, Kamu bayangkan saja, mana ada sih orang tua yang sudah mati-matian sekolahkan anaknya di luar negeri terus akhirnya cuma jatuh di pelukan teknisi computer. Dia sebetulnya tidak sombong, dia mau mengerti tentangku, dan sebulan yang lalu dia telah resmi jadi pacarku.

Hubunganku dengannya sebetulnya tidak diketahui oleh orang tuanya. Jadi backstreet nih ceritanya. Aku sebetulnya cinta mati kepadanya, anaknya cantik, pandai gaul dan tidak sombong. Suatu malam dia menelponku, dia minta di temani karena rumahnya kosong (kedua orang tuanya ke luar kota), kebetulan malam itu aku juga sedang suntuk banget memikirkan masa depanku.

Malam itu juga tanpa ba.., bi.., bu lagi langsung aku pergi ke rumahnya di PI. Setelah aku sampai di rumahnya, ternyata benar, tidak ada siapa-siapa lagi selain dirinya. Sebetulnya aku curiga juga, kok rumah segitu besarnya masa sih tak ada pembantu atau penjaga seorangpun.

Ah peduli amat pikirku, yang penting malam ini, aku bisa berduaan dengannya. Malam itu dia kelihatan anggun banget, dia memakai terusan tipis dari sutra sehingga setiap lekuk tubuhnya yang indah dapat terlihat dengan jelas. Oh my God, apakah aku mimpi dan ketemu dengan bidadari? Ternyata malam itu sungguh terjadi, dia nyata di depanku dan aku tertegun sejenak menyaksikan karya Tuhan yang sungguh Indah.

Malam itu aku diajak untuk menginap di rumahnya, tentu saja tidak kutolak. Eh Malam itu juga dia mengajak tidur bersama, wah berani betul nih cewek, apa tidak takut aku makan? Malam semakin larut dan udara dingin mencekam, dia sudah mau tidur dan akhirnya akupun menemaninya tidur.

Wah, ternyata betul-betul gila nih cewek, ternyata dia tidak memakai apa-apa lagi selain terusan sutra warna perak itu, ketika dia naik ke tempat tidur, terlihat jelas puting susunya yang berwarna kemerahan. Ketika kita sudah ada di ranjang, dia bilang bahwa sebetulnya dia tidak lama lagi akan kembali ke Aussie untuk meneruskan studinya makanya malam ini dia ingin melepas rindu kepadaku.

Setan juga nih anak, mana ada sih lelaki yang begitu bodoh menolak kalau ada seorang gadis cantik yang secara halus meminta untuk di cumbu, begitu juga aku, langsung saja kukecup bibirnya yang mungil lalu kuhirup air liurnya, dia tampak kesulitan bernafas. Setelah aksi cium-ciuman, kuhisap lehernya yang jenjang sampai menimbulkan cupang/tanda kemerahan dan diapun sepertinya sangat menikmati cumbuanku.

Waktu terus berputar, aku sekarang telah membuka terusan yang dipakainya dan payudaranya yang sangat ranum telah tersaji dan siap untuk di hisap, ketika puting susunya kuhisap-hisap, dia merintih-rintih tanda kenikmatan. Puting susunya aku hisap secara bergantian, kiri dan kanan, dan kadang-kadang aku remas-remas sampai dia menjerit.

Setelah puas memainkan payudaranya, aku lalu mulai menjilati pusar dan terus kurentangkan kakinya sehingga liang kewanitaannya merekah. Bulu kemaluannya jarang-jarang sehingga bibir kemaluannya kelihatan jelas masih indah seperti perawan. Sebetulnya aku baru kali ini melihat kemaluan wanita secara langsung, apalagi kemaluan seorang perawan.

Begitu kurentangkan kakinya, liang kewanitaannya merekah berwarna merah muda dan bagian dalamnya kelihatan ada segumpal daging yang biasa di sebut clitoris. aku nafsu banget, langsung saja kujilati liang kewanitaannya dan kugigit clitorisnya, dia menjerit sambil menekan kepalaku sehingga mulutku jadi rapat sekali dengan bibir kemaluannya.

Tak lama setelah itu, dia kejang-kejang sambil merintih, terus ada cairan bening kental mengalir dari liang kewanitaannya, baunya sedikit amis tapi tanpa pikir panjang langsung saja kujilat dan telan, ternyata dia telah orgasme. aku tidak jijik karena aku tahu bahwa dia masih perawan, jadi belum pernah di tusuk oleh orang lain sehingga masih bersih.
Setelah dia orgasme, tampaknya dia lemas tak berdaya, terus langsung saja kubuka celanaku biar barangku yang dari tadi sudah tegang bebas. Tanpa meminta ijin darinya, langsung kutusukkan penisku ke liang senggamanya. Wah susah juga, liang senggamanya masih sempit, sehingga penisku harus kutekan kuat-kuat sehingga bisa masuk secara perlahan-lahan.

Ketika penisku mulai masuk, dia sepertinya senang sekali dan kelihatan seperti sangat menikmati permainan ini sehingga aku termotivasi lagi untuk memaju-mundurkan penisku. Akh nikmat sekali, penisku seperti di pijat-pijat, gerakan maju-mudur yang kulakukan main lama makin cepat sehingga dia terhentak-hentak diatas ranjang.

Permainan itu aku lakukan sekitar lima belas menit, lalu dia bilang bahwa dia mau keluar, lalu dia memeluk tubuhku erat sekali terus teriak kecil sambil mengendurkan pelukannya, oh terasa banget, liang kewanitaannya banjir lagi. Selang waktu satu menit, ketika aku mau keluar, kutekan penisku dengan sangat kuat ke liang senggamanya sehingga air maniku keluar di dalam liang kewanitaannya.

Setelah sama-sama mencapai orgasme, lalu kutarik penisku dan kusodorkan ke mulutnya, ternyata dia langsung menjilati batang penisku. Oh nikmat, dia jilati sampai bersih. Setelah itu saya pun balas menjilati bibir kemaluannya sampai bersih.

Tak terasa waktu telah menunjukkan jam delapan pagi ketika aku bangun dari tidur, di garasi sepertinya ada bunyi mesin mobil, eh ternyata orang tuanya telah pulang, terus buru-buru aku pakai baju dan celanaku, aku lalu bangunkan si Cindy, dan diapun terjaga dan kaget bahwa orang tuanya sudah pulang.

Aku sepertinya sudah tertangkap basah, motorku sudah kelihatan sama orang tuanya. Yah aku sudah pasrah, mau diapain juga aku terima saja. Eh sialan ternyata si Cindy malahan membela diri dan bilang bahwa dia diperkosa olehku, kontan saja mamanya pingsan lalu papanya menelepon polisi, yah terus aku di penjara dan di hukum selama dua tahun potong masa tahanan.
Sekarang aku hati-hati banget sama cewek, tidak mau melakukan kesalahan lagi. Cerita Dewasa

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.